ACEH UTARA – Ruslan, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Fraksi PAN, bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sofyan Puteh, berkolaborasi dengan tujuh keuchik dari gampong-gampong di Kecamatan Samudera dan Tanah Pasir untuk menormalisasi saluran irigasi Alue Sunteng sepanjang lebih dari 2 kilometer. Proses pembersihan ini telah berlangsung selama lima hari, dari target penyelesaian tujuh hari.
Kamis (30/10/2025) pagi, Ruslan menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu, tujuh keuchik dari gampong-gampong terkait mendatanginya untuk melaporkan kendala yang dihadapi petani setempat di dua kecamatan tersebut.
Menurut perwakilan warga, saluran Alue Sunteng kini hampir tidak berfungsi karena tertimbun sedimen dan ditumbuhi rumput liar yang menghambat aliran air. Jika tidak segera dinormalisasi, hujan lebat berpotensi menggenangi seluruh lahan sawah, sehingga petani tidak bisa bercocok tanam pada musim hujan. Kondisi ini semakin parah karena selama hampir enam tahun terakhir, petani di tujuh gampong tersebut tidak dapat menggarap sawah akibat terganggunya pasokan air irigasi sejak Bendung Krueng Pase rusak dan belum rampung diperbaiki oleh kontraktor.
“Setelah mendengar aspirasi warga dari tujuh gampong, saya langsung berkoordinasi dengan rekan saya di DPRA, Sofyan Puteh. Alhamdulillah, beliau bersedia membantu biaya bahan bakar minyak dan operasional alat berat. Sementara alat berat kami pinjam dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atas izin Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil. Saat ini, normalisasi telah mencapai lima hari dan pembersihan sudah sampai di Gampong Alue, Kecamatan Tanah Pasir,” ujar Ruslan.
Saluran Alue Sunteng membentang melalui tujuh gampong, yaitu Gampong Meunasah Mee Matang Panyang dan Alue di Kecamatan Tanah Pasir, serta Gampong Pulo Klat, Matang Puntong, Laga Baroe, dan Lancang Barat di Kecamatan Samudera.
Total luas sawah di wilayah ini diperkirakan lebih dari 50 hektare. Dengan asumsi produktivitas 5 ton per hektare, potensi panen padi dari seluruh area tersebut bisa mencapai 250 ton.
“Masalah petani di tujuh gampong ini mendesak untuk ditangani segera, sehingga kami langsung bertindak cepat. Program ini juga selaras dengan upaya Swasembada Pangan yang digagas Presiden Prabowo. Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari antusiasme Bupati Aceh Utara yang memerintahkan Dinas PUPR untuk mengerahkan alat berat ke lokasi,” papar Ruslan.
Sebagai penutup, atas nama warga tujuh gampong, Ruslan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRA Sofyan Puteh serta Bupati Aceh Utara yang responsif dalam mengatasi permasalahan petani di Kecamatan Samudera dan Tanah Pasir.



Komentar