Dunia
Beranda » Israel Klaim 5.000 Tentara Indonesia Dikerahkan ke Gaza Mei Mendatang Sebagai Bagian Pasukan Internasional

Israel Klaim 5.000 Tentara Indonesia Dikerahkan ke Gaza Mei Mendatang Sebagai Bagian Pasukan Internasional

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel di tenda kamp yang menampung para pengungsi di Kota Gaza pada 12 Maret 2026. Foto: Omar Al-Qattaa/AFP via Getty

acehworldtime.com – Israel tengah bersiap untuk mengerahkan pasukan internasional di Jalur Gaza mulai bulan Mei mendatang, sebagai bagian dari fase selanjutnya rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu dilaporkan stasiun televisi Israel KAN.

Pasukan internasional yang diperkirakan terdiri dari sekitar 5.000 tentara dari Indonesia, serta puluhan tentara dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo, diperkirakan dapat mulai beroperasi pada tanggal 1 Mei mendatang.

Menurut laporan lembaga penyiaran tersebut, pasukan awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina yang sedang dibangun dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA) di daerah Rafah, Jalur Gaza selatan, sebelum memperluas cakupan ke bagian lain wilayah tersebut. Delegasi militer dari negara peserta juga diharapkan tiba di Israel dalam waktu dua minggu ke depan untuk melakukan tur pengintaian di Gaza sebelum penempatan resmi.

Kemudian, pasukan akan memperluas kehadirannya di sekitar apa yang disebut media Israel sebagai “garis kuning” – batas sementara di dalam Gaza yang menjadi zona dimana pasukan Israel sementara mundur berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Perjanjian tersebut memisahkan zona yang dikuasai Israel dengan area tempat warga Palestina diizinkan tinggal.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa ratusan pasukan asing akan melakukan perjalanan ke Yordania bulan depan untuk mengikuti pelatihan sebelum memasuki Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional. Sebelumnya pada 9 Februari, stasiun televisi Israel juga telah melaporkan bahwa persiapan telah dimulai untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia sebagai bagian dari pasukan stabilisasi dalam rencana Trump yang bertujuan mengakhiri perang Gaza.

IRGC Iran Luncurkan Gelombang Ke-44 Operasi Janji Sejati 4, Sasar Posisi AS dan Israel

Pada tanggal 16 Januari silam, Gedung Putih telah mengumumkan struktur pemerintahan untuk fase transisi Gaza, yang mencakup Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, serta pasukan stabilisasi internasional. Tugas utama pasukan stabilisasi antara lain mengawasi operasi keamanan di Gaza, melucuti senjata kelompok bersenjata, dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan serta material rekonstruksi.

Langkah pengerahan pasukan ini merupakan bagian dari fase kedua rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, yang juga didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang dikeluarkan pada 17 November 2025. Namun, pada 6 Maret lalu, Indonesia mengumumkan akan menarik diri dari Dewan Perdamaian jika gagal mendukung kemerdekaan Palestina. Posisi tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan lebih dari 160 ulama di Istana Kepresidenan Jakarta.

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal 10 Oktober 2025, setelah masa konflik selama dua tahun yang menimbulkan korban jiwa besar di Gaza. Sebanyak lebih dari 72.000 warga Palestina tewas, lebih dari 171.000 orang lainnya terluka, serta sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi yang dibutuhkan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement