Dunia
Beranda » Iran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone, Tegaskan Perlawanan Skala Penuh

Iran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone, Tegaskan Perlawanan Skala Penuh

Iran mengklaim menembak jatuh 22 drone milik AS dan Israel serta menyerang USS Abraham Lincoln dalam eskalasi konflik terbaru.

IRAN – Militer Iran melaporkan telah menjatuhkan 10 unit drone canggih di berbagai wilayah negara itu pada hari ini. Dengan penambahan tersebut, total sebanyak 22 drone jenis Hermes yang diduga milik Amerika Serikat (AS) dan Israel berhasil dilumpuhkan.

Mengutip laporan Al Jazeera, Senin (2/3/2026), otoritas Iran menyatakan situasi saat ini sebagai bentuk perlawanan dalam skala penuh. Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk memberikan respons maksimal atas setiap serangan yang diterima.

Teheran juga mengungkapkan bahwa mereka belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya, termasuk sejumlah sistem rudal berteknologi tinggi yang dimiliki. Iran memperingatkan bahwa AS dan Israel akan menghadapi konsekuensi berat pada hari-hari mendatang atas aksi militer yang dilakukan.

Lebih lanjut, para pejabat Iran menilai konflik kali ini berbeda dibandingkan ketegangan sebelumnya. Pimpinan negara tersebut menyebutnya sebagai perang yang bersifat eksistensial. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan tidak akan ada langkah mundur, kompromi, ataupun penyerahan diri hingga Iran menunjukkan kemampuannya dalam mempertahankan diri, martabat, dan kedaulatan nasional.

Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut disebut menjadi sasaran empat rudal balistik di kawasan Teluk, menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS dan Israel.

AS Klaim Markas Besar Garda Revolusi Iran Telah Dihancurkan

“USS Abraham Lincoln telah dihantam empat rudal balistik,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran yang dikutip media lokal dan dilaporkan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).

Selain itu, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa wilayah daratan maupun perairan dapat berubah menjadi “kuburan” bagi pihak yang mereka anggap sebagai musuh.

Adapun USS Abraham Lincoln diketahui telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Hingga kini, belum terdapat konfirmasi resmi dari militer AS terkait tingkat kerusakan maupun kemungkinan korban akibat serangan tersebut.

Sebagaimana diberitakan, AS dan Israel sebelumnya meluncurkan operasi militer bertajuk Epic Fury terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada hari pertama serangan balasan tersebut, Iran juga dilaporkan menargetkan Riyadh dan wilayah Provinsi Timur Arab Saudi.

Wafatnya Ali Khamenei Buka Babak Suksesi di Iran, Risiko Konflik Regional Kian Menguat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement