Nasional News
Beranda » Mahasiswa UI Siap Kepung Bundaran HI, Bawa Tuntutan Keras untuk Pemerintahan Prabowo

Mahasiswa UI Siap Kepung Bundaran HI, Bawa Tuntutan Keras untuk Pemerintahan Prabowo

Ilustrasi aksi mahasiswa. Massa aksi Aliansi BEM SI di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). Foto: KOMPAS.com

JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi dan demokrasi di Indonesia.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengatakan salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani keuangan negara.

“Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Yatalathof dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM), dan mengakhiri praktik militerisme di ruang sipil.

Mereka juga meminta Presiden Prabowo untuk mengakui berbagai kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik yang berkembang di tengah masyarakat.

Breaking News: Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Sentuh Rp16.250 per Liter

“Prabowo juga harus berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah,” tegasnya.

Menurut Yatalathof, tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi mahasiswa UI yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Ia menyebut rumusan tuntutan lahir dari keresahan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi nasional yang dinilai semakin memburuk.

Ia menilai Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya, namun kesejahteraan masyarakat belum terwujud secara merata. Bahkan, menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah justru memperparah kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Kebijakan fiskal bocor, independensi Bank Indonesia direnggut. Belum lagi komunikasi pemerintah kepada publik yang jauh dari kata layak,” katanya.

Yatalathof juga menuding pemerintah cenderung menolak realitas yang terjadi di lapangan dan meremehkan kritik yang disampaikan masyarakat. Ia menilai aparat negara kerap digunakan untuk membungkam suara-suara yang berbeda.

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah

“Aparat negara juga digunakan sebagai alat untuk membungkam mereka yang bersuara,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM UI telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai elemen mahasiswa se-UI dan konsolidasi nasional pada Senin (8/6/2026). Salah satu isu utama yang dibahas adalah kondisi ekonomi Indonesia, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi nasional merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi banyak faktor.

“Tentu dipengaruhi oleh banyak faktor,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Mendadak Diganti! Prabowo Berhentikan Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Aksi yang akan digelar di Bundaran HI diperkirakan menjadi salah satu unjuk rasa mahasiswa terbesar tahun ini, dengan fokus pada isu ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta ruang demokrasi di Indonesia.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement