Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kukuh Lanjutkan Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Posted on Juli 3, 2025 by admin
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia, meskipun sejumlah pihak mendesak agar proyek tersebut dihentikan.

“Saya sudah sampaikan di DPR kemarin, proyek penulisan ulang sejarah ini akan terus berjalan. Kami melibatkan 130 sejarawan dan pakar sejarah,” ujar Fadli Zon saat berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (03/07/2025).

Baca juga: Operasi Gabungan TNI-Polri: Wakapolri Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Masyarakat

Fadli menjelaskan bahwa proyek ini akan dilanjutkan hingga rampung, kemudian dilengkapi dengan tahap uji publik.

“Kami akan terus melanjutkan. Rencananya, uji publik akan digelar dalam bulan ini,” katanya.

Baca juga: Anggota Polda Metro Jaya Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Juanda, Bogor

Menurutnya, tim penulis proyek ini terdiri dari sejarawan yang berasal dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

“Saat ini, kami sedang menyusun 10 bab, meski belum terperinci, termasuk berdasarkan temuan-temuan awal,” terang Fadli.

Baca juga: Prabowo Subianto Absen di Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Ia menegaskan pentingnya proyek ini, mengingat Indonesia tidak memiliki catatan sejarah resmi selama 26 tahun terakhir.

“Sejarah itu penting. Tanpa sejarah yang ditulis oleh bangsanya sendiri, kita akan kehilangan arah di tengah arus informasi global saat ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Fraksi PKB dan PDIP meminta penundaan proyek ini setelah mendapat sorotan tajam dari publik. PDIP, misalnya, khawatir proyek ini akan digunakan sebagai alat negara untuk menyangkal pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR dari PKB, Habib Syarief, mendesak Fadli Zon untuk menunda proyek ini guna meredam polemik di masyarakat. Ia juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut, mengaku kesulitan menemukan daftar 100 penulis sejarah yang terlibat.

Habib menilai waktu tujuh bulan untuk menyusun sejarah nasional terlalu singkat. Selain itu, desakan penundaan dari PKB juga didasarkan pada aspirasi organisasi perempuan seperti Fatayat dan Muslimat, yang menyampaikan kekhawatiran terhadap proyek ini.

“Isu ini menjadi perhatian utama di kalangan organisasi perempuan. Perlu ada pendekatan yang bisa menciptakan suasana kondusif bagi perempuan Indonesia,” ujar Syarief.

Proyek penulisan ulang sejarah ini juga memicu pro dan kontra di kalangan aktivis HAM, pegiat hak perempuan, akademisi, dan sejarawan.

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Kementerian PU Optimalkan 10.789 Sumur Bor Hadapi Kekeringan

NASIONAL

Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Kerahkan Warga Sambut Kunker

NASIONAL

Kepala SPPG di Bekasi Diduga Lakukan Pelecehan dan Penganiayaan terhadap Karyawati, Polisi Ambil Tindakan

PERISTIWA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT